Selasa, 03 Juni 2008

STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA ALAM DAN BUDAYA


DI KABUPATEN MERANGIN - PROPINSI JAMBI


oleh: Agusmanto





















Antisipasi dampak negatif pengembangan pariwisata terhadap alam (Salim, 1985)
Hal ini mengingatkan pengembangan pariwisata yang hanya mementingkan ekonomi saja bisa akan menjadi bumerang bagi wilayah (Kusudianto, 1996)
Sebagai dukungan pengembangan wilayah yang lebih mementingkan kelestarian alam
Kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Merangin yang mencantumkan Pariwisata dalam Visi dan Misi Daerah pada prioritas kedua setelah Pembangunan Hukum dan Perundang-undangan masuk dalam Pengembangan Ekonomi Wilayah (RIPP Merangin, 2003).
Kemungkinan alternatif pengembangan ekowisata alam dan budaya guna mendukung kelestarian dan menambah pendapatan ekonomi wilayah
Ekowisata diartikan pariwisata berdasarkan pokok pada sumber daya alam dan peninggalan purbakala (John Kusler, 1990).
Alternatif strategi sebagai cara pandang atau strategi yang diharapkan atau strategi sebagai pencapaian (Goldstein,1991).
Teridentifikasinya potensi ekowisata dan alternatif strategi pengembangan sesuai potensi dan karakteristik Merangin.
Potensi ekowisata kabupaten merangin meliputi hutan, sungai, goa, air terjun, sumber air panas, gunung, kebudayaan suku kubu yang unik, peninggalan sejarah dan benda purbakala (Disparta Merangin, 2004).

TUJUAN STUDI

Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi alternatif-alternatif strategi yang sesuai dengan pengembangan ekowisata alam dan budaya di Kabupaten Merangin
SASARAN

Mengidentifikasi potensi dan karakteristik ekowisata alam dan budaya di Kabupaten Merangin;
Mengidentifikasi permasalahan serta alternatif-alternatif strategi pengembangan ekowisata alam dan budaya sesuai potensi dan karakteristik wilayah Kabupaten Merangin;
Merumuskan alternatif strategi pengembangan ekowisata alam dan budaya yang dapat direkomendasikan sebagai arahan pengembangan ekowisata di Kabupaten Merangin.
RUANG LINGKUP WILAYAH

Wilayah studi dalam penelitian ini adalah kabupaten merangin – propinsi jambi; Kabupaten Merangin berjarak 320 Km dari Ibukota Propinsi Jambi; Luas Kabupaten Merangin kurang lebih 767.890 Km2; Terdiri 6 Kecamatan induk dan 1 Kecamatan pembantu; 8 Kelurahan dan 157 desa; Jumlah penduduk 256.350 jiwa tahun 2002

RUANG LINGKUP MATERI

1.Membahas kajian potensi ekowisata alam dan budaya yang tersedia dan alternatif strategi pengembangannya di Kabupaten Merangin;
2.Lingkup kegiatan yaitu kepariwisataan daerah/wilayah Kabupaten Merangin, Pola kemitraan dan Rencana pengembangan fisik;
3.Cakupan studi mengidentifikasi potensi ekowisata alam dan budaya sesuai data instansional dan primer berupa preferensi stakeholder.

KERANGKA PEMIKIRAN

Rumusan Alternatif-Alternatif Strategi Pengembangan Ekowisata Alam dan Budaya
(Ketersediaan potensi ekowisata alam dan budaya yang memungkinkan untuk dikembangkan) Di Kabupaten Merangin
Teori Ekowisata
Faktor Eksternal (terkait kebijakan wilayah sekitar)
Paradigma Baru Kebijaksanaan
Pengembangan Wilayah Melestarikan Alam dan Budaya,
Pemerataan Pembangunan dan Berkelanjutan
Upaya Pengembangan Wilayah Yang Berkelanjutan
Konsep Pengembangan Ekowisata Alam dan Budaya:
Hutan primer/asli alami, Gunung, Goa, Air Terjun, Taman Nasional, Keunikan suku Kubu/ suku terasing, Tarian adat budaya, Rumah adat dan Peninggalan purbakala
Potensi Sumber Daya Wilayah
Kabupaten Merangin
Krisis Ekonomi, Inflasi, Berkurangnya Sektor Ekonomi,
Disparitas wilayah, Penurunan Produktifitas Sumber Daya Alam, Menurunnya Kualitas Lingkungan, Tidak Ada Kontribusi Dari Kegiatan Wisata Alam dan
Budaya serta lainnya
Dibutuhkan Pemberdayaan potensi sektor-sektor ekonomi lokal yang tetap menjaga kelestarian sumber daya alam
di Kabupaten Merangin
Penurunan daya dukung alam mengakibatkan berkurangnya potensi sumber daya alam
serta penurunan kontribusi
sektor-sektor penyumbang ekonomi wilayah
Kabupaten Merangin
Penurunan Pendapatan Ekonomi Wilayah Kabupaten Merangin
Paradigma Lama Kebijaksanaan Pengembangan Wilayah Centralistik dan Mass Resource Exploitation

Pemberdayaan
Sumber Daya Alam dan Manusia
Teknologi
Pengembangan Wilayah Yang Mengutamakan Kelestarian Alam dan Budaya
Teori Local Development
Preferensi Stakeholder berupa Partisipatif Alternatif Pengembangan Potensi
Ekowisata Alam dan Budaya
Analisis deskritif alternatif pengembangan ekowisata alam dan budaya sesuai potensi dan karakteristik wilayah di Kabupaten Merangin
Analisis AHP dan SWOT
UU. No. 22 (Otonomi Daerah) & UU. NO. 25 (Perimbangangan Keuangan Pusat dengan Daerah )
METODE PENDEKATAN STUDI DAN PENELITIAN

a.Pendekatan supply.
Pendekatan ini didasarkan tersedianya potensi wisata alam dan budaya di Kabupaten Merangin.
b.Pendekatan demand
Pendekatan ini sebagai penyediaan guna memenuhi kebutuhan pelayanan dan daya tarik kunjungan wisatawan ekowisata di Kabupaten Merangin.
c.Pendekatan spasial
Pendekatan ini diwujudkan pada tinjauan pengembangan berdasarkan persebaran potensi ekowisata pada Wilayah Pengembangan (WP) sehingga strategi pengembangannya dapat dilakukan secara sinergi bukan kompetisi/persaingan.

RUMUSAN PERMASALAHAN PENGEMBANGAN EKOWISATA
DI KABUPATEN MERANGIN


Belum dikembangkan secara spesifik/khusus;
Faktor non teknis kondisi geografi fisik dasar alam berbukit dan obyek wisata tersebar serta teknis lebih pada pemahaman ekowisata belum banyak dikenal oleh masyarakat;
Belum adanya tenaga terampil dan terdidik profesional dalam pengelolaan ekowisata;
Belum bisa dirasakan pengaruh ekowisata terhadap kontribusi ekonomi secara lokal maupun regional karena belum teridentifikasi dan strategi pengembangannya;
Kurang keterpaduan fungsi dan peran stakeholder dalam mewujudkan kebijakan pengembangan ekowisata secara permanen.

OBYEK EKOWISATA ALAM DAN BUDAYA DI KABUPATEN MERANGIN – PROPINSI JAMBI

Tipe Jenis Penjelasan Sudah Di Kembangkan Belum Di Kembangkan Lokasi Wisata Alam Hutan primer/asli alami Gantole, Panjat Gunung, Lintas Alam, pengamatan satwa liar, berburu, pengamatan burung dan kupu-kupu yang tersebar di beberapa wilayah pengembangan:

√ Kecamatan Jangkat: Taman Nasional Kerinci Seblat Hutan rakyat Gunung Masurai Gunung Sumbing Danau Pauh Keindahan alam, pengamatan satwa liar, wisata perahu, Danau Depati,
Danau Kabut (Danau Rawa), Grao (semburan air panas) Pemandian kesehatan/terapi penyembuhan penyakit

√ Kecamatan Sungai Manau: Goa Sengayau Keunikan stalagnit dan stalagsit, keindahan alam, sarang burung walet dan kelelawar, pengamatan satwa liar, Goa Tiangko, Air terjun Sigerincing
Panorama keindahan alam, pemandian, renang, haking, perkemahan Air terjun Perentak Air terjun Ds. Air Batu

√ Kecamatan Bangko: Air terjun Sungai Dusun Mudo, Air terjun Teluk Wang, Air terjun Biuku Tanjung Sungai Merangin, Arung jeram, Biduk Amo, Pacu Perahu Kajang Lako, Ujung Tanjung Muaro Mesumai, Panggung seni dan budaya, restauran kereta api, keindahan alam Dam Betuk
Atraksi perahu dayung, boat, renang, mancing ikan, perkemahan Sungai Misang Indah, Talang Kawo Indah Lestari, Hutan Kota Arboretum Rio Alib Panorama alam Haking, tracking, perkemahan, penangkaran buaya, Taman Rekreasi Bukit Tiung Keindahan alam, penangkaran burung Museum dan Jam Gento Kunjungan arkeolog, peninggalan purbakala/sejarah

√ Kecamatan Tabir: Wisata Budaya Seni Tari, Keunikan budaya suku Kubu/ suku terasing
Kebudayaan primitif di jaman modern, Rumah Adat (kuno) Panjang, Rambut panjang, Gading bertuah

√ Kecamatan Muara Siau: Batu Larung, Air terjun Sigerincing, Panorama keindahan alam, pemandian, renang, haking, perkemahan, hacking, tracking.

PERMASALAHAN PENGEMBANGAN EKOWISATA
DI KABUPATEN MERANGIN

1. Belum dikembangkan secara spesifik/khusus obyek-obyek ekowisata alam dan budaya, hal ini terlihat belum adanya kegiatan pengembangan pariwisata yang memilahkan antara pariwisata tradisional (mass tourism) dengan ekowisata. Tentunya fenomena seperti ini akan mempunyai dampak terhadap lingkungan. Hal ini disebabkan oleh orientasi yang berbeda dengan ekowisata yang mengutamakan keseimbangan alam bukan mengejar ekonomi semata dengan arus kunjungan wisatawan yang besar ;
2. Belum optimalnya pengembangan ekowisata di Kabupaten Merangin disebabkan oleh faktor teknis dan non teknis. Faktor non teknis terlihat kondisi geografi fisik dasar alam yang berbukit-bukit, hutannya masih luas, potensi ekowisata yang tersebar di beberapa kawasan yang jaraknya berjauhan obyek satu dengan lainnya dan banyaknya obyek wisata yang sulit dicapai oleh karena kondisi medannya. Faktor teknis lebih terlihat pada pemahaman ekowisata yang belum banyak dikenal oleh masyarakat, sehingga pemanfaatan hutan hanya dianggap sebatas sebagai pemenuhan ekonomi rumah tangga melalui penebangan kayu, pengambilan rotan, berburu binatang liar dan lainnya ;
3. Belum adanya tenaga terampil dan terdidik mengenai pengelolaan ekowisata yang mampu mengelola secara profesional yang bisa mendatangkan keuntungan finansial tidak harus mengorbankan lingkungan seperti merusak hutan alam. Hal ini masih seringnya terjadi kebakaran hutan hanya karena masyarakat untuk mengolah ladangnya yang akan ditanami dengan jalan membakar semak belukar terlebih dahulu;
4. Belum bisa dirasakan pengaruh ekowisata terhadap kontribusi ekonomi secara lokal maupun regional hal ini lebih disebabkan belum teridentifikasi dan strategi pengembangannya ;
5. Belum adanya keterpaduan fungsi dan peran stakeholder dalam mewujudkan kebijakan berupa rencana pengembangan ekowisata secara permanen, yang mempunyai pengaruh positif terhadap lingkungan alam, ekonomi wilayah maupun masyarakat terutama sekitar obyek ekowisata.

RUMUSAN ARAHAN ALTERNATIF STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA KABUPATEN MERANGIN

1. Aspek Geografi dan Sumber Daya Alam
a.Peningkatan pengelolaan lingkungan alam secara baik dan benar sebagai obyek ekowisata dapat menguntungkan, serta memacu daya saing Wilayah Kabupaten Merangin;
b.Optimalisasi fungsi dan peran ekowisata pada penggunaan potensi alam dan budaya tetap lestari termasuk lahan yang peka dan mudah kritis dari pencemaran;
c.Mengembangkan ekowisata sesuai potensi dan karakter obyek wisata yang ada tidak menyontek daerah lain;
d.Optimalisasi program kelestarian alam sesuai isu global lingkungan menjadi sasaran sentral pada lingkungan yang peka, mudah kritis dan mudah tercemar.
2. Aspek Sosial dan Budaya
a.Pengembangan ekowisata di Kabupaten Merangin perlu mengacu pada peraturan dan rencana induk pengembangan, agar terjadi sinkronisasi dasar kebijakan yang kuat;
b.Mengoptimalkan potensi ekowisata sesuai RIPPD Kabupaten Merangin melaui sosialisasi pada LSM dan Masyarakat bahwa ekowisata turut melestarikan alam, menciptakan lapangan kerja baru dan menambah dana pemeliharaan hutan;
c.Peningkatan kerjasama antar wilayah sekitar dalam pengembangan ekowisata serta meningkatkan pengelolaan obyek ekowisata yang tersebar;
d.Meningkatkan peran masyarakat sekitar kawasan ekowisata guna pelayanan dan pemanduan wisatawan ekowisata.
3. Aspek Ekonomi
a.Memberikan kesempatan luas peran swasta dan masyarakat berinvestasi di ekowisata yang punya peluang cerah dan biaya pengembangan murah;
b.Meningkatkan kualitas pengelolaan ekowisata sebagai upaya menciptakan kepercayaan investor;
c.Meningkatkan keterlibatan industri kecil dalam menciptakan cinderamata bagi wisatawan;
d.Memberikan perlindungan sesuai peraturan, peningkatan pengelolaan dan pengembangan potensi ekowisata yang melimpah dengan melibatkan masyarakat sebagai investor.
4.Aspek Prasarana dan Sarana
a.Meningkatkan peran masyarakat dalam penyediaan fasilitas layanan ekowisata, kerjasama paket wisata dengan wilayah sekitar yang ada Bandar Udara;
b.Partisipasi swasta dan masyarakat guna pembangunan infrastruktur ke lokasi obyek ekowisata dengan meningkatkan pembangunan swadaya oleh Masyarakat;
c.Perlu prioritas kebijakan kemudahan akses ke lokasi ekowisata yang ramah lingkungan, prasarana dan sarana ekowisata guna meningkatkan kualitas pelayanan wisatawan;
d.Peningkatan infrastruktur ekowisata sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dalam persaingan global, pemberdayaan angkutan wisata lokal sarana transportasi guna memudahkan wisatawan kelokasi ekowisata dan profesionalitas pengelolaan ekowisata.
5. Aspek Fungsi dan Peran Stakeholder
a.Perlu sinkronisasi kebijakan pengembangan ekowisata antara pusat dan daerah agar sinergi dalam peningkatan ekonomi dan kelestarian alam;
b.Pemberdayaan peran dari swasta berupa pelatihan kepada masyarakat sekitar kawasan lindung guna pengembangan ekowisata, agar penanganan potensi ekowisata yang melimpah bermanfaat dan memberikan keuntungan;
c.Meningkatkan daya tarik ekowisata dengan mewujudkan potensi wisata sesuai RIPPD Kabupaten Merangin dengan melibatkan investor dan tenaga kerja lokal;
d.Meningkatkan tindakan nyata fungsi dan peran stakeholder guna pengamanan dan kelestarian hutan serta peninggalan sejarah melalui pengembangan ekowisata.

KESIMPULAN HASIL STUDI

Persoalan yang timbul adalah proses ekologi yang kritis dalam konsep pemanfaatan terhadap fungsi ekonomi;
Secara eksternal dan internal sesuai dengan kebijakan serta potensi dan karakteristik merangin;
Guna menyiasati pemberdayaan potensi alam agar tetap lestari dan bermanfaat secara ekonomi dan non ekonomi, alternatif yang sesuai adalah ekowisata;
Sebagai titik temu pengembangan potensi ekowisata kabupaten merangin, banyak alternatif tipe strategi tetapi bukan memilih tipe satu strategi yang benar-benar terbaik. Akan tetapi guna mendapatkan keragaman tipe dan konsep strategi pengembangan yang bisa menjelaskan keragaman kekuatan utama sehingga dapat menggerakkan suatu sistem yang saling berhubungan antara kekuatan-kekuatan wilayah dalam mencerna perubahan perkembangan.

REKOMENDASI


A.Terhadap Wilayah Studi
Pengembangan ekowisata kabupaten merangin di masa depan dibutuhkan prinsip keramahan lingkungan sebagai strategi utama;
Pengembangan ekowisata sesuai prioritas potensi secara zonasi masing-masing wilayah pengembangan di kabupaten merangin;
Sesuai temuan studi perlu peningkatan prasarana dan sarana yang mendukung kegiatan pengembangan ekowisata;
Pengembangan ekowisata juga sebagai pemberdayaan potensi lokal maka diharapkan implementasinya di lapangan sesuai prinsip dan konsep ekowisata;
Peningkatan kepedulian stakeholder pemerintah dan swasta dalam rangka menumbuhkan motivasi masyarakat khususnya kepada perambah hutan dan pembakar ladang mengenai arti pentingnya kelestarian hutan terhadap kehidupan.

B.Terhadap Usulan Penelitian Lanjutan
1. Studi Penetapan Hutan Alam yang dikaitkan dengan kriteria penetapan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Cagar Alam melalui studi kelayakan ataupun penetapan melalui penerbitan Surat Keputusan.
2. Studi Pengembangan Paket Ekowisata, meliputi kajian manajemen dan variabel yang berpengaruh dalam penentuan pengembangan paket ekowisata dan kajian arahan paket ekowisata Kabupaten Merangin.
3. Studi Kelembagaan, meliputi studi pengelolaan yang mengacu pada pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata (Community Based Ecotourism) melalui sekenario adaptif.
4. Pengkajian tentang kebiasaan, keinginan wisatawan ekowisata, pola wisatawan ekowisata pada kawasan wisata alam dan budaya (Ecotourism Behavior Study). Studi ini merupakan salah satu bagian dari studi pasar atau analisis pasar wisata yang pada akhirnya menjadi kesatuan sebagai kajian pemasaran wisata terpadu.
5. Studi Pengembangan Wisata Perdesaan, Agrowisata, Agrobisnis dan variabel maupun aspek yang terlibat didalamnya.
6. Studi Pengembangan ekowisata berbasis pertanian terhadap konsep dan pengembangan wilayah yang mengacu pada konsep Agropolitan.
7. Studi Pola kehutanan yang ideal bagi hutan lindung dan konversi serta konsep tumpangsari sehingga pengaruh positifnya dapat dinikmati oleh wilayah.
8. Studi identifikasi penentuan obyek-obyek ekowisata dan Strategi Pengembangan sesuai potensi dan karakteristik Kabupaten Merangin.
9. Studi peningkatan potensi ekonomi lokal ditinjau dari pemberdayaan potensi ekowisata alam dan budaya di Kabupaten Merangin.
10.Kajian motivasi stakeholder terhadap pemerataan pembangunan wilayah perdesaan dan pengaruhnya terhadap kelestarian hutan.



SEKIAN PRESENTASI PENGEMBANGAN EKOWISATA ALAM DAN BUDAYA
DI KABUPATEN MERANGIN - PROPINSI JAMBI
MOHON SARAN DAN MASUKAN DEMI KESEMPURNAAN HASIL PENYUSUNAN INI



TERIMA KASIH

Google slide

Loading...

DAFTAR KE BLOG

Free Video

Loading...

DAPATKAN PENGHASILAN SAMPINGAN SAMPAI $700 PER BULAN

TV ONLINE